“JURNAL” LITERASI ASYIK DI TK AN NAHL


TK An Nahl adalah sebuah taman-Kanak-Kanak  di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. TK An Nahl berada di bawah Yayasan An Nahl yang mewadahi layanan mulai dari kelompok Bermain, Taman kanak-kanak, SDIT dan SMPIT dan Aliyah.

Kurikulum yang dipakai di TK An Nahl adalah Kurikulum An Nahl sendiri yang lebih menitik beratkan pada keagaman dengan program unggulan Tahfiz dan Parenting  TK An Nahl juga memakai Kurikum PHBK (Pendidikan Holistik Berbasis Karakter) yang diadopsi dari Kurikulum pendidikan Karakter IHF atau Indonesia Heritage Foundation yang berpusat di Depok. Sejak mengikuti Program Sekolah Penggerak pada tahun 2021, sebagai Sekolah Penggerak Angkatan I, TK An Nahl juga memakai Kurikulum Merdeka. Ketiga kurikulum ini bukanlah dipakai secara terpisah, namun saling bersinergi, saling menguatkan satu sama lain.

Pembelajaran di kelas di mulai jam 08.00 sampai jam 12.00 wib yang diawali dengan Sentra Agama, Pendidikan Karakter, Jurnal dan Kegiatan di lima Sentra lainnya.  Pembelajaran dilakukan sesuai dengan perkembangan anak. Pembelajaran dilakukan dengan cara menyenangkan. Belajar sambil bermain dan Bermain sambil belajar. Tidak ada keterpaksaan pada anak.

Terkait dengan Literasi,  di TK An Nahl dilakukan dengan dua cara yaitu secara terintegrasi dalam semua kegiatan, dan secara khusus di kegiatan jurnal.

          Kegiatan “jurnal” ini sangat diminati anak. Dalam kegiatan Jurnal anak dibebaskan membuat coretan, gambar apa saja yang ada dalam pikirannya. Waktunya sampai presentasi 30 menit. Guru hanya membimbing anak membuat hari dan tanggal.  Sesekali guru akan bertanya ini lukisan apa, dan bagaimana ceritanya, setelah itu guru akan bilang " Wooow subhanallah bagus ya, hebat ya. gambarnya indah, cerita menarik, atau bunganya cantik". Di awal guru akan membantu anak untuk membuatkan nama dari setiap gambar yang dibuatnya. Seperti kata “kapal  untuk gambar kapal, kata “bunga” untuk gambar bunga. Sekalipun gambar yang dibuat anak belum berbentuk kapal atau bunga.

Dalam menjurnal penilaian  tidak fokus pada bagus atau tidaknya gambar. Tapi lebih kepada kemampuan anak menuangkan cerita yang ada dalam pikirannya. Bisa jadi dia hanya membuat coretan yang tidak menentu menurut kita tapi jika ditanya dia akan bercerita panjang tentang coretannya tersebut. Tugas guru nanti sewaktu penilaian akan menuliskan cerita anak tersebut secara singkat di jurnal anak.

Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan anak juga akan berkembang. Bagi anak yang sudah bisa menulis dia akan tulis sendiri, atau bagi yang sudah tahu huruf akan didiktekan hurufnya oleh bu guru atau ada juga yang minta dicontohkan tulisannya.  Demikianlah  anak dilayani  sesuai dengan tingkatan kemampuannya. Guru juga selalu memotivasi anak untuk terus mengembangkan jurnalnya dengan gambar dan cerita yang lebih bervariasi.

Coretan-coretan yang dibuat anak terkadang menggambarkan situasi hatinya saat itu. Seperti hati yang sedang sedih, anak akan membuat gambar anak menangis. Ketika ditanya ini gambar apa, maka akan meluncurlah cerita tentang situasi hati si anak. Tidak jarang ceritanya membuat mata bu guru berembun menahan sedih dan haru. Begitu juga dengan kisah gembira dan lucunya yang mereka presentasikan dengan kocak dan gembira.

Dalam menjurnal anak sekalian   belajar ,menggunakan barang bekas, dengan tujuan mengajak anak berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi, dan ini berawal dari hal-hal yang kecil, seperti penggunaan kertas bekas ini.

Jurnal anak dibuat  menggunakan kertas bekas yang bagian belakangnya masih bisa dipakai. Kertas itu dilipat dan diklip dengan rapi. Kertas-kertas bekas ini didapatkan dari sumbangan dari orang tua murid yang kerja kantoran atau usaha fotocopy.

Untuk satu tahun jurnal anak ini dijilid , diberi judul sehingga, dalam satu tahun anak sudah menerbitkan satu Buku.

Satu hal lagi yang menarik adalah, “Buku atau jurnal kreatifitas anak ini akan dihargai oleh orang tuanya betul - betul dengan uang dalam acara “Market Day”. Suatu kebanggan yang luar biasa bagi anak di saat “Market Day” para orang tua akan berkeliling melihat bazar karya anak. Orang tua akan membeli karya anaknya masing-masing kepada anaknya. Orang tua bisa bernegosiasi dengan anaknya berapa karyanya akan dibeli. Ini juga mengajarkan anak menjadi entrepreneur cilik. Mengasah bakat dagang sejak dini.

Demikianlah deskripsi singkat  tentang “Jurnal,  Literasi Asyik di TK An Nahl ” , Semoga tulisan ini  memberikan manfaat.

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 Tentang Penulis



 

Penulis  bernama  Fitri Nefrita, S.Ag, Lahir di Guguk, sebuah desa kecil di Kabupaten Lima Puluh Kota. Saat ini menjabat sebagai kepala Sekolah di TK An Nahl di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Ibu dari dua anak yang sudah beranjak remaja ini hoby menulis, telah menerbitkan 2 novel dan 11 Buku Antologi bersama teman-teman di komunitasnya.

Kegiatan keseharian banyak ditulisnya di Medsos fb, IG dan blog dengan  akun Fitri Nefrita, yuotube dengan akun Fitri Th. Penulis juga bisa dihubungi lewat Email : fitrith2@gmail.com   dan wa 082288203132 .


Komentar

Postingan populer dari blog ini